InformasiTeraktual
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media
No Result
View All Result
InformasiTeraktual
No Result
View All Result
Home Tak Berkategori

Irjen Agus Suryonugroho Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik dalam Modernisasi Lalu Lintas

admin by admin
10 Februari 2026
in Tak Berkategori
0
Kakorlantas Menyapa Driver Ojol Kamtibmas Polda Kaltim, Pererat Sinergi

Kakorlantas Menyapa Driver Ojol Kamtibmas Polda Kaltim, Pererat Sinergi

0
SHARES
0
VIEWS

Jakarta — Keselamatan lalu lintas tidak dibangun hanya melalui regulasi dan teknologi. Ia tumbuh dari kemampuan negara membaca realitas sosial masyarakatnya, belajar dari praktik terbaik dunia, lalu menerjemahkannya ke dalam konteks budaya lokal. Inilah pendekatan yang menjadi landasan kinerja Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di bawah kepemimpinan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho.

Dalam berbagai kesempatan, Kakorlantas menegaskan bahwa transformasi lalu lintas nasional harus bergerak di dua jalur sekaligus: terbuka terhadap pembelajaran global dan kokoh berpijak pada nilai-nilai sosial masyarakat Indonesia. Pendekatan ini bukan hanya strategi komunikasi, melainkan arah kebijakan yang memengaruhi cara Polantas bekerja, berinteraksi, dan melayani publik.

“Kami belajar dari praktik dunia, lalu menumbuhkannya dengan budaya Indonesia,” ujar Irjen Agus.

Pernyataan tersebut mencerminkan orientasi kinerja Korlantas yang tidak menempatkan Indonesia sebagai pengikut, melainkan sebagai institusi yang sadar konteks dan berdaulat dalam menentukan pendekatan keselamatan lalu lintas.

Membaca Tantangan Global, Memahami Realitas Lokal

Di tingkat global, keselamatan lalu lintas berkembang pesat dengan dukungan teknologi canggih. Banyak negara mengandalkan sistem pemantauan otomatis, analisis data besar, serta penegakan hukum berbasis elektronik untuk menekan angka kecelakaan. Korlantas Polri mempelajari perkembangan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas nasional.

Namun, kepemimpinan Korlantas memahami bahwa tantangan lalu lintas di Indonesia memiliki karakter tersendiri. Keragaman budaya, kondisi geografis, kepadatan penduduk, serta kebiasaan sosial masyarakat menuntut pendekatan yang lebih adaptif. Apa yang efektif di satu negara belum tentu berhasil jika diterapkan secara mentah di Indonesia.

Oleh karena itu, kinerja Korlantas diarahkan untuk mengombinasikan standar global dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Penegakan hukum tetap dijalankan, teknologi tetap dikembangkan, tetapi interaksi sosial dan nilai budaya ditempatkan sebagai elemen kunci dalam membangun kepatuhan.

Community Policing sebagai Fondasi Kinerja Polantas

Salah satu wujud nyata dari pendekatan tersebut adalah penguatan konsep community policing dalam konteks lalu lintas. Polantas tidak hanya berperan sebagai pengatur arus dan penegak aturan, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama.

Di bawah arahan Kakorlantas, pendekatan ini diterjemahkan ke dalam praktik yang kontekstual. Di wilayah perkotaan, fokusnya pada pengelolaan kepadatan dan edukasi pengguna jalan. Di daerah pedesaan, pendekatannya lebih dialogis dan persuasif. Di kawasan wisata dan jalur mudik, empati dan pelayanan menjadi prioritas utama.

Setiap wilayah diperlakukan dengan pendekatan yang berbeda, tanpa kehilangan standar profesionalisme. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Korlantas tidak bersifat seragam secara kaku, melainkan adaptif terhadap kebutuhan lokal.

“Keselamatan tidak bisa dibangun dengan satu cara untuk semua tempat. Kita harus memahami masyarakat yang kita layani,” ungkap Irjen Agus.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kinerja Polantas tidak diukur semata dari jumlah penindakan, tetapi dari kualitas hubungan yang terbangun dengan masyarakat.

Dalam kepemimpinan Irjen Agus, Korlantas menempatkan teknologi sebagai alat pendukung, bukan tujuan akhir. Sistem penegakan hukum berbasis elektronik, manajemen lalu lintas digital, dan pemanfaatan data menjadi bagian penting dari modernisasi layanan.

Namun, Kakorlantas berulang kali menekankan bahwa teknologi tidak akan efektif tanpa kepercayaan publik. Masyarakat harus memahami tujuan penggunaan teknologi tersebut dan merasakan manfaatnya secara langsung.

“Teknologi akan bekerja dengan baik jika masyarakat merasa dilibatkan, bukan diawasi secara berlebihan,” kata Irjen Agus.

Pernyataan ini mencerminkan keseimbangan antara modernisasi dan pendekatan humanis. Kinerja Korlantas tidak hanya diukur dari kecanggihan sistem, tetapi dari sejauh mana sistem tersebut diterima dan dipercaya masyarakat.

Dialog sebagai Instrumen Kerja

Ciri penting dari pendekatan berbasis budaya adalah penekanan pada dialog. Dalam praktik sehari-hari, dialog menjadi instrumen kerja Polantas untuk membangun pemahaman dan menurunkan potensi konflik.

Dialog ini hadir dalam bentuk sederhana: sapaan, penjelasan yang mudah dipahami, hingga kesediaan mendengarkan keluhan pengguna jalan. Pendekatan ini mengubah relasi antara Polantas dan masyarakat dari hubungan hierarkis menjadi hubungan kemitraan.

Kinerja semacam ini tidak selalu terlihat dalam angka statistik, tetapi dampaknya terasa dalam jangka panjang. Kepatuhan yang lahir dari kesadaran cenderung lebih berkelanjutan dibanding kepatuhan yang dipaksakan.

Menggeser Paradigma Kepatuhan Lalu Lintas

Selama ini, kepatuhan lalu lintas sering dipahami sebagai hasil dari efek jera. Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Irjen Agus berupaya memperluas pemahaman tersebut. Kepatuhan juga dapat tumbuh dari rasa dihargai dan kepercayaan terhadap aparat.

Pendekatan ini tidak meniadakan sanksi, tetapi menempatkannya dalam kerangka yang lebih proporsional. Ketegasan tetap dijaga, namun disertai empati dan komunikasi yang baik.

“Kepatuhan yang kuat lahir dari hubungan yang sehat antara negara dan warganya,” ujar Kakorlantas.

Pernyataan ini memperlihatkan orientasi kinerja Korlantas yang tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi pada pembangunan hubungan sosial yang mendukung keselamatan jangka panjang.

Dengan pendekatan yang memadukan praktik global dan budaya lokal, Korlantas Polri membangun model keselamatan lalu lintas yang relevan dengan karakter Indonesia. Model ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam konteks global, pendekatan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi rujukan alternatif. Bukan sebagai negara yang mengejar ketertinggalan, tetapi sebagai negara yang menawarkan perspektif berbeda dalam pengelolaan keselamatan publik.

Korlantas melihat keselamatan lalu lintas sebagai proses sosial, bukan sekadar target operasional. Proses ini melibatkan interaksi manusia, norma budaya, dan kepercayaan kolektif yang terus dibangun.

Fondasi Kebijakan Jangka Panjang

Arah kinerja yang menekankan pembelajaran global dan penguatan budaya lokal menjadi fondasi penting bagi kebijakan Korlantas ke depan. Dengan fondasi ini, setiap inovasi dan peningkatan kapasitas memiliki legitimasi yang kuat di mata publik.

Transformasi tidak dipaksakan, tetapi dijelaskan dan dijalankan secara bertahap. Masyarakat diajak menjadi bagian dari proses, bukan sekadar objek kebijakan.

“Transformasi harus dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Irjen Agus.

Pendekatan ini memastikan bahwa perubahan yang dilakukan Korlantas bersifat berkelanjutan dan mendapat dukungan publik.

Kinerja Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho menunjukkan arah yang jelas: belajar dari dunia, bertumbuh dari budaya, dan melayani masyarakat dengan pendekatan yang humanis serta modern. Jalan yang dipilih bukan jalan instan, tetapi jalan yang relevan dengan realitas sosial Indonesia.

Sumber : Korlantas Polri

admin

admin

Related Posts

Mengudara di Cibubur, ETLE Drone Patrol Presisi Rekam 30 Pelanggar Lalu Lintas
Tak Berkategori

Korlantas Polri Terapkan ETLE Drone Patrol Presisi untuk Awasi Pelanggaran di Cibubur

31 Januari 2026
Kakorlantas Polri
Tak Berkategori

Rekayasa Lalin Disiapkan Jelang Arus Balik Diprediksi 4 Januari

2 Januari 2026
Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun
Tak Berkategori

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

31 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Penjelasan MUI soal Penggunaan Tripsin Asal Babi dalam Pembuatan Astrazeneca

Penjelasan MUI soal Penggunaan Tripsin Asal Babi dalam Pembuatan Astrazeneca

5 tahun ago
Stafsus Presiden Aminuddin dan TNI-Polri Bersinergi Gelar Vaksinasi untuk Mahasiswa

Stafsus Presiden Aminuddin dan TNI-Polri Bersinergi Gelar Vaksinasi untuk Mahasiswa

4 tahun ago
Bhabinkamtibmas Polsek Saluputti Menyerahkan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat

Bhabinkamtibmas Polsek Saluputti Menyerahkan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat

4 tahun ago
Seribuan Orang dari LN Positif COVID, Komisi IX: Tetap Lakukan Pembatasan

Seribuan Orang dari LN Positif COVID, Komisi IX: Tetap Lakukan Pembatasan

5 tahun ago

Categories

  • Beranda
  • Berita Daerah
  • Berita Nasional
  • Berita Politik
  • Catatan Media
  • Daerah
  • jaga negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pandemi
  • Para Ahli
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Trending no.1 Media Sosial.
  • Vaksinasi Covid-19

Topics

Arus Lalu Lintas Arus Mudik ASN Bansos covid-19 DIVHUMAS DPR Gas Air Mata GWM Fatmawati Hari Juang Polri HUT Bhayangkara Indonesia jawa timur jokowi Kakorlantas Kakorlantas Polri kapolri keselamatan lalu lintas Komjen Arif Wachyunadi Korlantas Korlantas Polri KPK Lalu Lintas Libur Nataru Moderasi Beragama Mudik Lebaran nadiem makarim Operasi Lilin 2024 pdip Pendidikan Polda Jatim Polda Metro Jaya Politik polri PPKM Darurat Prabowo prabowo subianto Pramono Anung Prof Ngabalin Rekayasa Lalu Lintas sidoarjo TNI TNI-Polri Transjakarta Vaksinasi
No Result
View All Result

Highlights

Kakorlantas Polri Ajak Ojol Kota Batu Aktif Jaga Ketertiban Lalu Lintas

Polantas Menyapa: Dari Penegakan Menuju Pelayanan Lalu Lintas

Korlantas Polri Integrasikan ETLE Mobile Handheld dengan Sistem ETLE Nasional

ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Polri Tingkatkan Efektivitas Penegakan Hukum

Iwan Fals Sampaikan Empati Bencana Aceh di Konser Surabaya

Korlantas Polri Terapkan ETLE Drone Patrol Presisi untuk Awasi Pelanggaran di Cibubur

Trending

Kakorlantas Menyapa Driver Ojol Kamtibmas Polda Kaltim, Pererat Sinergi
Tak Berkategori

Irjen Agus Suryonugroho Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik dalam Modernisasi Lalu Lintas

by admin
10 Februari 2026
0

Jakarta — Keselamatan lalu lintas tidak dibangun hanya melalui regulasi dan teknologi. Ia tumbuh dari kemampuan negara...

Pemulangan 249 WNIB dari Kamboja Ungkap Pola Perekrutan dan Kerja Paksa Daring

Pemulangan 249 WNIB dari Kamboja Ungkap Pola Perekrutan dan Kerja Paksa Daring

9 Februari 2026
Kakorlantas Polri Tinjau Rest Area KM 66 Pandaan Jelang Mudik Lebaran 2026

Kakorlantas Polri Tinjau Sarana dan Prasarana Rest Area KM 66 Tol Pandaan

6 Februari 2026
Kakorlantas Polri Sapa Ojol Kota Batu, Perkuat Sinergi Keselamatan Lalu Lintas

Kakorlantas Polri Ajak Ojol Kota Batu Aktif Jaga Ketertiban Lalu Lintas

6 Februari 2026
Polantas Menyapa dan Melayani 2026, Reformasi Kepolisian Lalu Lintas Dimulai dari Jalan Raya

Polantas Menyapa: Dari Penegakan Menuju Pelayanan Lalu Lintas

4 Februari 2026
© Copyright Pilarberita Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media