Pilarberita.com – Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam, menanggapi hasil survei IndoStrategi mengenai kinerja sejumlah kementerian pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai ada empat menteri yang memegang kendali utama dalam mendorong keberhasilan pelaksanaan program Asta Cita. Empat nama tersebut berada di jajaran 10 kementerian berkinerja terbaik versi IndoStrategi.
Arman menyampaikan bahwa para menteri tersebut menjadi motor penggerak dalam menjaga stabilitas nasional. Mulai dari sektor ekonomi, birokrasi, pangan, hingga pendidikan. Menurutnya, keempat tokoh tersebut sekaligus menjadi tolok ukur kinerja Kabinet Merah Putih selama satu tahun pertama pemerintahan.
Ia menilai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil menonjol pada masa awal tugasnya. Meski baru dilantik pada September 2025, Purbaya dinilai mampu memberikan akselerasi pada kebijakan fiskal dan alokasi anggaran. Arman menilai, kebijakan anggaran yang terarah membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat pembiayaan program prioritas pemerintah.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga memperoleh sorotan positif karena dinilai berhasil menjalankan fungsi pengendalian birokrasi. Arman menjelaskan, Tito memainkan peran kunci dalam pengawasan pemerintahan daerah, pengendalian inflasi, serta sejumlah agenda pelayanan publik. Ia menyebut bahwa konsistensi Mendagri dalam menjaga ritme birokrasi menjadi salah satu faktor pendukung stabilitas pemerintahan.
Pada sektor pangan, Arman menilai Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkontribusi besar melalui fokus pada ketahanan pangan dan upaya stabilisasi harga. Ia menilai kebijakan pangan harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Langkah memperkuat produksi nasional dianggap penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dinilai ikut menjaga arah kebijakan pemerintah, terutama terkait target peningkatan kualitas sumber daya manusia. Arman menilai peningkatan mutu pendidikan dasar menjadi pondasi pencapaian visi Indonesia Emas. Walaupun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, ia menilai kinerja kementerian menunjukkan perkembangan positif.
Meski memberikan apresiasi, Arman menegaskan bahwa tantangan pemerintah tidak berkurang pada tahun mendatang. Ia menilai, kohesi internal kabinet dan konsistensi kebijakan harus dijaga untuk memastikan program berjalan sesuai target. Ia juga mendorong ketegasan aparat hukum dan pemerintah dalam mencegah praktik yang berpotensi mengganggu agenda pembangunan.
Sebelumnya, IndoStrategi merilis daftar 10 kementerian dengan performa terbaik berdasarkan capaian program prioritas. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan kombinasi analisis kebijakan, wawancara, dan kajian para ahli. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempati posisi teratas, diikuti Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama. Survei juga menempatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri di posisi selanjutnya.
Hasil survei tersebut menunjukkan adanya dorongan publik agar kementerian mampu menjaga kinerja secara konsisten, terutama dalam menjalankan program Asta Cita yang menjadi fokus pemerintahan Prabowo-Gibran pada tahun-tahun mendatang.

