Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat pengawasan arus mudik dengan memanfaatkan teknologi digital. Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3/2026), pemantauan udara menggunakan ETLE Drone Presisi menunjukkan kondisi lalu lintas di sejumlah titik strategis Tol Cikampek terpantau ramai, namun tetap berjalan lancar dan terkendali.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa penggunaan teknologi drone menjadi salah satu langkah strategis untuk memantau dinamika arus kendaraan secara menyeluruh. Melalui pemantauan udara tersebut, petugas dapat memperoleh gambaran kondisi lalu lintas secara real time sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila terjadi potensi kepadatan.
Pada malam hari yang sama, Irjen Agus juga memperlihatkan hasil pemantauan udara ETLE Drone Patrol Presisi di dua gerbang tol utama yang berada di kawasan Cikampek. Kedua titik tersebut merupakan jalur penting yang menjadi akses utama bagi pemudik menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur Trans Jawa.
Berdasarkan hasil pemantauan dari udara, arus kendaraan di Gerbang Tol Kalihurip KM 68 dan Gerbang Tol Cikatama I KM 70 terlihat padat namun tetap bergerak dengan lancar. Distribusi kendaraan juga terpantau berjalan baik tanpa adanya antrean panjang yang berpotensi menghambat perjalanan para pemudik.
Irjen Agus menyampaikan bahwa kondisi tersebut menunjukkan manajemen lalu lintas yang diterapkan selama Operasi Ketupat berjalan dengan efektif. Arus kendaraan yang masuk maupun keluar dari gerbang tol masih dapat diatur dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama.
Ia menjelaskan bahwa pemantauan udara melalui ETLE Drone memberikan sudut pandang yang lebih luas dibandingkan pengawasan di darat. Dengan teknologi tersebut, petugas dapat melihat pergerakan kendaraan dari berbagai titik sekaligus dalam satu waktu.
“Berdasarkan pantauan udara melalui ETLE Drone pada malam hari ini, situasi di GT Kalihurip KM 68 dan GT Cikatama I KM 70 berada dalam kondisi ramai namun tetap lancar. Distribusi kendaraan masih berjalan dengan baik tanpa adanya antrean yang mengunci di depan gerbang tol maupun di jalur utama,” ujar Irjen Agus.
Selain membantu memantau kondisi lalu lintas, penggunaan ETLE Drone Patrol Presisi juga dinilai sangat efektif dalam mendukung kinerja petugas di lapangan. Dengan pemantauan dari udara, setiap potensi gangguan lalu lintas dapat segera terdeteksi sehingga respons penanganan dapat dilakukan secara cepat.
Irjen Agus menambahkan bahwa sistem pemantauan ini memungkinkan petugas untuk melihat dinamika arus kendaraan secara lebih komprehensif. Apabila terdapat indikasi kepadatan di suatu titik, petugas dapat segera diarahkan menuju lokasi tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas.
Menurutnya, teknologi ini memberikan dukungan penting bagi pengambilan keputusan di lapangan. Informasi yang diperoleh dari drone dapat menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah antisipatif sebelum terjadi kepadatan yang lebih besar.
“Kami bisa melihat dinamika arus secara menyeluruh. Begitu ada potensi kepadatan, petugas akan langsung diarahkan ke titik tersebut secara responsif,” lanjutnya.
Sementara itu, berdasarkan data pemantauan hingga Sabtu dini hari, tercatat sebanyak 459.570 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa arus mudik mulai mengalami peningkatan seiring dengan mendekatnya masa libur panjang Lebaran.
Mayoritas kendaraan yang meninggalkan Jakarta didominasi oleh mobil pribadi. Sebagian besar di antaranya bergerak menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur Trans Jawa yang menjadi rute utama perjalanan mudik.
Meskipun kondisi lalu lintas saat ini masih terkendali, Korlantas Polri tetap mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan. Hal ini mengingat jumlah kendaraan yang akan melakukan perjalanan mudik masih cukup besar dalam beberapa hari ke depan.
Irjen Agus mengungkapkan bahwa berdasarkan proyeksi pergerakan kendaraan, masih terdapat sekitar 3,2 juta kendaraan atau sekitar 76,9 persen dari total potensi kendaraan yang diperkirakan belum meninggalkan Jakarta. Dengan demikian, arus kendaraan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga beberapa hari mendatang.
Pihak kepolisian juga memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan pekan depan. Periode tersebut diperkirakan berlangsung antara Rabu (18/3) hingga Jumat (20/3).
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak agar dapat menghindari kepadatan kendaraan pada periode puncak tersebut. Perencanaan perjalanan yang baik diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman dan aman bagi para pemudik.
Selain itu, para pengendara juga diminta untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas serta menjaga kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Hal tersebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan mudik.
Operasi Ketupat 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, Polri bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah jalur utama yang menjadi rute pemudik.
Melalui sinergi antara petugas di lapangan dan pemanfaatan teknologi modern seperti ETLE Drone Presisi, Korlantas Polri berupaya memastikan arus mudik dapat berjalan dengan lancar dan aman. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan perjalanan mudik yang tertib dan nyaman.
Irjen Agus menegaskan bahwa seluruh langkah pengamanan tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang hendak merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. Dengan dukungan teknologi serta koordinasi lintas instansi, diharapkan arus mudik tahun ini dapat berlangsung dengan aman sesuai dengan semangat tema mudik 2026, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

