Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) memastikan pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun ini berlangsung relatif aman dan terkendali. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa situasi lalu lintas di berbagai jalur utama pemudik terpantau kondusif selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah jajaran kepolisian melakukan pemantauan langsung di sejumlah wilayah, termasuk di Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, Kapolri memimpin langsung pengecekan kondisi arus lalu lintas di sejumlah simpul transportasi penting. Pemantauan dilakukan di jalan tol, jalur arteri, hingga kawasan transportasi publik seperti terminal dan stasiun.
Menurut Agus, kondisi pergerakan kendaraan sejauh ini menunjukkan tren yang stabil. Distribusi kendaraan di jalur utama, khususnya menuju kawasan Trans Jawa, dapat berjalan dengan baik tanpa terjadi kepadatan yang signifikan. Selain itu, koordinasi antara aparat kepolisian dengan berbagai pemangku kepentingan dinilai mampu menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga menyoroti capaian positif dari Operasi Ketupat tahun ini, yakni menurunnya angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data yang dihimpun selama operasi berlangsung, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat mengalami penurunan hingga 45 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator penting bahwa berbagai langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan selama masa mudik memberikan dampak positif terhadap keselamatan pengguna jalan.
Agus menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar seperempat dari total pemudik telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah tujuan. Pergerakan tersebut terutama mengarah ke wilayah Trans Jawa, Bandung, dan sejumlah daerah di Sumatera.
Meski jumlah kendaraan yang keluar dari ibu kota cukup besar, kondisi lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik. Tidak ditemukan penumpukan kendaraan yang signifikan di titik-titik utama keberangkatan.
Ia menilai salah satu faktor yang membantu kelancaran arus mudik adalah kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang telah diberlakukan pemerintah beberapa waktu sebelum periode mudik dimulai. Kebijakan tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan waktu perjalanan secara lebih fleksibel.
Dengan fleksibilitas tersebut, masyarakat tidak harus melakukan perjalanan pada waktu yang bersamaan. Akibatnya, volume kendaraan dapat tersebar lebih merata dan potensi kepadatan dapat diminimalkan.
Selain itu, Korlantas Polri juga mengandalkan pendekatan berbasis data dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas. Setiap kebijakan pengaturan arus kendaraan tidak diambil secara spekulatif, melainkan berdasarkan pemantauan kondisi lapangan secara langsung.
Petugas memanfaatkan berbagai perangkat teknologi untuk memantau dinamika pergerakan kendaraan. Sistem radar serta pemantauan udara menggunakan drone menjadi bagian dari alat pengawasan yang digunakan untuk memantau situasi lalu lintas secara menyeluruh.
Evaluasi kondisi lalu lintas dilakukan secara berkala dalam interval waktu tertentu. Dengan pembaruan data yang rutin, petugas dapat segera mengambil keputusan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di titik tertentu.
Salah satu contoh penerapan rekayasa lalu lintas adalah sistem contraflow di jalan tol. Penerapan skema tersebut dilakukan berdasarkan parameter yang telah ditentukan melalui pemantauan jumlah kendaraan yang melintas di titik tertentu.
Jika jumlah kendaraan mencapai batas tertentu dalam periode waktu tertentu, maka petugas akan melakukan langkah pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan arus kendaraan dapat dilakukan secara responsif.
Selain pengaturan di jalan tol, kepolisian juga melakukan pengalihan arus di beberapa jalur arteri yang rawan kepadatan. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan wisata maupun jalur utama yang dilalui pemudik.
Di sisi lain, aparat juga mengambil langkah tegas terhadap kendaraan sumbu tiga yang melanggar ketentuan selama masa pembatasan operasional angkutan barang. Penindakan tersebut dilakukan guna menjaga kelancaran dan keselamatan arus mudik.
Terkait laporan kepadatan di kawasan penyeberangan, Kakorlantas menjelaskan bahwa antrean kendaraan di beberapa pelabuhan merupakan kondisi yang wajar. Antrean tersebut terjadi karena kendaraan menunggu giliran untuk masuk ke kapal penyeberangan.
Meski demikian, kepolisian tetap melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyesuaian jadwal serta penambahan armada kapal penyeberangan.
Pengaturan juga diterapkan pada jalur menuju Pelabuhan Merak yang menjadi salah satu pintu utama penyeberangan ke Pulau Sumatera. Dalam pengelolaannya, petugas menggunakan sistem indikator kondisi lalu lintas untuk menentukan langkah penanganan.
Apabila antrean kendaraan mulai meluas hingga keluar dari area pelabuhan atau terjadi gangguan cuaca, petugas akan mengaktifkan sistem penundaan perjalanan serta memaksimalkan area penyangga kendaraan.
Menurut Agus, berbagai langkah pengaturan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.
Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Kehadiran personel kepolisian di berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik juga dinilai efektif dalam menjaga situasi keamanan. Hingga saat ini, tidak ditemukan kejadian kriminalitas menonjol selama pelaksanaan operasi berlangsung.
Korlantas Polri memastikan seluruh jajaran akan terus memberikan pelayanan maksimal hingga akhir masa operasi. Dengan pengamanan yang terkoordinasi, masyarakat diharapkan dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kembali ke tempat asal.















