Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat dan memodernisasi manajemen operasional melalui Sistem Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi (K3I). Sistem terintegrasi ini menggabungkan berbagai unsur penting dalam satu platform digital untuk mendukung transformasi organisasi sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa penguatan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan publik dan menciptakan tata kelola lalu lintas yang adaptif terhadap dinamika masyarakat. K3I dirancang sebagai fondasi operasional yang mendukung personel di lapangan sekaligus memudahkan pengendalian kegiatan secara tepat dan akuntabel.
“Teknologi merupakan instrumen penting bagi Polantas dalam memperkuat kualitas interaksi dengan masyarakat dan memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada informasi yang valid serta real time,” ujar Irjen Agus dalam keterangan resmi pada Sabtu (29/11/2025).
Melalui K3I, Korlantas berharap tugas pengamanan, pengaturan, dan pelayanan lalu lintas dapat berjalan lebih konsisten dan terukur. Sistem ini dapat dioperasikan mulai dari posko, Polda, Polres, hingga personel yang bertugas di lapangan. Dilengkapi aplikasi web dan perangkat mobile, K3I menyajikan data secara visual yang mudah diinterpretasikan, sehingga pimpinan dapat memantau situasi lapangan secara menyeluruh dan memberikan arahan waktu nyata sesuai kebutuhan.
Komponen kendali dalam K3I memungkinkan pemantauan kegiatan operasional dari satu pusat kendali yang terhubung dengan seluruh perangkat di lapangan. Setiap pergerakan petugas, pengawalan, pengaturan arus, dan pelaporan situasi dapat dilacak secara real time, menyamakan persepsi antara petugas dan posko, dan mempercepat pengambilan langkah taktis tanpa harus menunggu laporan manual.
Untuk fungsi koordinasi, K3I mengintegrasikan posko dengan personel lapangan dan subsektor lintas Korlantas, memungkinkan arahan situasional berdasarkan data langsung. Ini sangat penting dalam operasi besar atau agenda nasional yang memerlukan respons terencana.
Unsur komunikasi difasilitasi melalui fitur panggilan video, membantu penyampaian pesan lapangan ke posko dengan verifikasi situasi secara langsung. Hal ini memperkaya analisis dan mendukung keputusan cepat dalam situasi dinamis seperti pengamanan demonstrasi, bencana, atau rekayasa lalu lintas.
Sementara itu, komponen informasi menyediakan data real time dari berbagai satuan terkait, menjadi referensi penentuan kebutuhan personel, penguatan sarana, dan evaluasi kerja harian. Dengan data lengkap, setiap keputusan operasional berbasis situasi aktual di lapangan.
K3I telah melalui beberapa fase pengembangan sejak 2021, mulai dari penyiapan fondasi pengamanan internasional hingga integrasi mobile dan dashboard visual 3D di 2025. Sistem ini mendukung operasi nasional seperti Operasi Lilin, Operasi Ketupat, Operasi Zebra, serta pengamanan agenda internasional seperti G20 dan KTT ASEAN.
Aplikasi mobile bagi personel mempermudah pelaporan harian dan pelacakan posisi, meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas. Para operator di tingkat Polda dan Polres bertugas menjaga kestabilan pemanfaatan sistem, termasuk pemetaan titik kerawanan.
Kakorlantas menegaskan bahwa K3I merupakan upaya menyatukan berbagai perangkat digital Polri dalam satu ekosistem operasional yang saling terhubung. Program ini sejalan dengan revitalisasi ETLE dan penyempurnaan layanan seperti SIGNAL dan SINAR. Penguatan K3I dikembangkan sebagai komitmen terhadap keselamatan masyarakat dan peningkatan profesionalisme petugas.
“K3I disiapkan sebagai wajah baru Polantas yang semakin dekat dengan masyarakat dan memberi kepercayaan bahwa setiap layanan disiapkan melalui proses yang transparan,” pungkas Irjen Agus. Dengan pengembangan berkelanjutan, K3I diharapkan terus menjawab tantangan lalu lintas yang semakin kompleks.










