Pilarberita.com – Ratusan pemudik mengalami antrean panjang selama berjam-jam di Pelabuhan Merak, Banten, tanpa mendapatkan informasi yang jelas dari petugas terkait penyebab keterlambatan tersebut. Situasi ini membuat banyak pemudik kebingungan, terutama mereka yang telah berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sejumlah pemudik yang sudah tiba di Pelabuhan Merak sejak dini hari berharap dapat segera menyeberang ke Pulau Sumatra. Namun, mereka justru harus mengantre dalam antrean kendaraan yang mengular di beberapa titik, termasuk di Dermaga Eksekutif dan kantong parkir yang tersedia di sekitar pelabuhan. Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pemudik yang tidak mendapat kepastian waktu keberangkatan mereka.
Keterlambatan Bongkar Muat Menjadi Pemicu
PT ASDP Indonesia Ferry akhirnya memberikan klarifikasi terkait penyebab antrean panjang tersebut. Menurut perusahaan pengelola layanan penyeberangan itu, antrean yang terjadi di Dermaga Eksekutif disebabkan oleh keterlambatan proses bongkar muat kapal. Situasi ini diperparah oleh insiden tabrakan kapal KM Port Link 3 yang menyebabkan kerusakan signifikan pada salah satu dermaga di Pelabuhan Merak, sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu.
Akibat dari insiden tersebut, proses distribusi kendaraan dan penumpang menjadi lebih lambat dibandingkan dengan kondisi normal. Pemudik yang telah membeli tiket dan bersiap menaiki kapal harus menunggu lebih lama hingga kapal yang tersedia dapat kembali beroperasi setelah bongkar muat selesai.
Keluhan Pemudik
Beberapa pemudik mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kurangnya informasi yang diberikan oleh petugas di lapangan. Salah satu pemudik asal Jakarta, Rudi (38), menyampaikan bahwa ia sudah menunggu selama lebih dari lima jam tanpa mendapatkan kepastian kapan bisa menyeberang.
“Kami berharap ada informasi yang jelas, karena sudah menunggu sejak subuh. Kalau ada kendala teknis, seharusnya petugas memberitahu agar kami tidak semakin bingung,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pemudik lainnya, Siti (45), yang melakukan perjalanan bersama keluarganya. Ia mengaku kelelahan akibat harus menunggu dalam antrean panjang tanpa kepastian.
“Anak-anak sudah kelelahan, kami tidak tahu sampai kapan harus menunggu. Setidaknya ada pengumuman resmi supaya kami bisa mengatur waktu dengan lebih baik,” keluhnya.
Upaya Penanganan
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan bahwa mereka tengah berupaya mempercepat proses bongkar muat agar arus kendaraan dan penumpang dapat kembali lancar. Selain itu, mereka juga mengimbau pemudik untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi agar mendapatkan perkembangan terbaru mengenai situasi di Pelabuhan Merak.
“Tim kami terus bekerja agar pelayanan bisa kembali normal. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan meminta pemudik untuk tetap bersabar,” ujar salah satu perwakilan ASDP.
Sementara itu, pihak kepolisian dan petugas lalu lintas di sekitar pelabuhan turut dikerahkan guna mengurai kepadatan kendaraan. Langkah-langkah rekayasa lalu lintas juga tengah dipersiapkan guna mengantisipasi lonjakan pemudik dalam beberapa hari ke depan.
Dengan meningkatnya arus mudik, pemudik diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik, termasuk memantau kondisi pelabuhan serta mempertimbangkan jadwal keberangkatan alternatif agar perjalanan mereka lebih lancar dan nyaman.