Pilarberita.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak siang hingga sore hari kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Senin sore, genangan air masih terjadi di 57 rukun tetangga (RT) dan 39 ruas jalan. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, dengan titik terdalam mencapai sekitar satu meter.
BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa banjir dipengaruhi oleh dua faktor utama. Selain curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, luapan aliran Kali Krukut dan Kali Ciliwung turut memperparah kondisi di beberapa kawasan. Akibatnya, wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara terdampak secara bersamaan.
Di Jakarta Barat, genangan terpantau di 12 RT yang tersebar di sejumlah kelurahan. Kawasan Kedaung Kali Angke menjadi salah satu titik yang cukup terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter. Sementara itu, Rawa Buaya dan Kamal juga mengalami genangan, meski ketinggiannya relatif lebih rendah. Di Tegal Alur, air bahkan sempat mencapai sekitar 75 sentimeter. Seluruh lokasi tersebut masih dalam proses penanganan oleh petugas gabungan.
Kondisi serupa terjadi di Jakarta Selatan yang mencatat genangan di 20 RT. Beberapa wilayah seperti Pondok Labu, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur mengalami genangan cukup tinggi akibat kombinasi hujan deras dan luapan Kali Krukut. Di Pejaten Timur, ketinggian air dilaporkan menyentuh angka sekitar 100 sentimeter. Meski demikian, BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan untuk mempercepat penurunan muka air.
Jakarta Timur juga termasuk wilayah dengan dampak cukup luas, yakni 18 RT. Daerah bantaran Kali Ciliwung seperti Bidaran Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan kembali tergenang. Di Kampung Melayu, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Selain faktor hujan, luapan sungai menjadi penyebab utama meluasnya genangan di kawasan ini.
Sementara itu, Jakarta Utara mencatat genangan di dua RT yang berada di wilayah Tanjung Priok. Meski ketinggian air relatif lebih rendah dibanding wilayah lain, BPBD tetap melakukan pemantauan untuk mencegah potensi kenaikan akibat pasang atau hujan susulan.
Tidak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada aktivitas lalu lintas. Sebanyak 39 ruas jalan terdata tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Sejumlah ruas jalan utama dan lingkungan di wilayah Jakarta Utara, Barat, hingga Selatan terdampak genangan. Kondisi ini sempat menyebabkan perlambatan arus kendaraan di beberapa titik, meskipun sebagian ruas mulai berangsur surut setelah dilakukan penyedotan.
Dalam upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke lapangan untuk memonitor situasi genangan secara berkala. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Petugas melakukan penyedotan air serta memastikan saluran dan tali-tali air berfungsi dengan optimal. Pemerintah daerah menargetkan genangan dapat surut secepat mungkin seiring berkurangnya intensitas hujan.
Dampak banjir turut mendorong pembentukan sejumlah lokasi pengungsian. Di Jakarta Barat, ratusan kepala keluarga mengungsi di fasilitas umum seperti masjid dan rumah susun. Di Jakarta Selatan, pengungsian berskala kecil disiapkan untuk warga terdampak. Sementara itu, di Jakarta Utara, beberapa fasilitas seperti masjid, mushola, kantor RW, dan sekolah digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi ratusan warga.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Masyarakat diminta mengamankan barang berharga, memperhatikan keselamatan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan kedaruratan 112 yang beroperasi selama 24 jam.
Hingga sore hari, kondisi banjir masih dalam tahap penanganan. BPBD memastikan pembaruan data akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga.















