InformasiTeraktual
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media
No Result
View All Result
InformasiTeraktual
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Prabowo Nilai Impor Pangan Tidak Masuk Akal Saat Indonesia Capai Swasembada Beras

christine natalia by christine natalia
8 Januari 2026
in Berita Nasional
0
Prabowo Nilai Impor Pangan Tidak Masuk Akal Saat Indonesia Capai Swasembada Beras

Prabowo Nilai Impor Pangan Tidak Masuk Akal Saat Indonesia Capai Swasembada Beras

0
SHARES
6
VIEWS

Pilarberita.com – Presiden Prabowo Subianto menilai ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan selama ini sebagai kondisi yang tidak masuk akal. Penilaian tersebut disampaikan ketika pemerintah mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam acara Panen Raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan bahwa kekayaan alam dan potensi agraria Indonesia seharusnya mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional tanpa bergantung pada negara lain.

Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara besar yang dianugerahi wilayah luas, tanah subur, dan sumber daya alam melimpah. Oleh karena itu, ia mempertanyakan logika kebijakan pangan yang selama bertahun-tahun masih mengandalkan impor. Presiden menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak sejalan dengan akal sehat maupun rasa keadilan, mengingat Indonesia telah merdeka puluhan tahun setelah melalui perjuangan panjang melawan penjajahan.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti ironi antara kekayaan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai bahwa hasil bumi dan potensi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya dinikmati oleh sebagian besar rakyat. Dalam pandangannya, situasi ini menjadi indikasi adanya persoalan struktural yang perlu dibenahi secara serius dan berkelanjutan. Presiden mengakui bahwa dirinya bukan akademisi dengan gelar tinggi, namun ia menegaskan mampu membedakan kebijakan yang masuk akal dan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung soal keadilan sosial. Ia menyampaikan bahwa ketimpangan yang dirasakan masyarakat menjadi alasan utama dirinya terus berjuang memperbaiki tata kelola negara, khususnya di sektor pangan dan ekonomi kerakyatan. Perjuangan tersebut, kata dia, telah dilakukan sejak lama, bahkan sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Prabowo mengungkapkan bahwa komitmen tersebut kerap disalahartikan oleh sebagian pihak. Ia mengaku pernah dituduh memiliki ambisi kekuasaan berlebihan, bahkan dikaitkan dengan tuduhan hendak melakukan tindakan inkonstitusional. Namun, Presiden menegaskan bahwa latar belakangnya sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia justru menanamkan nilai pengabdian kepada rakyat. Ia menekankan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat, termasuk saat masa-masa sulit perjuangan kemerdekaan.

Dalam konteks kebijakan pangan, keberhasilan mencapai swasembada beras menjadi capaian penting pemerintah. Indonesia secara resmi mengumumkan swasembada beras pada tahun 2025, lebih cepat dari target awal yang diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari konsistensi kebijakan, penguatan sektor pertanian, serta dukungan kepada petani di berbagai daerah.

Data produksi menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton. Angka ini tercatat sebagai produksi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Peningkatan produksi tersebut didorong oleh berbagai faktor, antara lain perluasan areal tanam, perbaikan sistem irigasi, ketersediaan pupuk, serta penggunaan teknologi pertanian yang lebih efisien.

Selain peningkatan produksi, pemerintah juga mencatat kondisi stok beras yang relatif aman memasuki awal tahun 2026. Badan Pangan Nasional melaporkan bahwa total stok beras mencapai 12,529 juta ton. Stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah, serta persediaan yang berada di rumah tangga, restoran, hotel, dan sektor lainnya. Kondisi ini dinilai memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar domestik.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa keberhasilan swasembada beras perlu diikuti dengan kebijakan lanjutan yang berkelanjutan. Tantangan ke depan mencakup menjaga konsistensi produksi, melindungi petani dari fluktuasi harga, serta memastikan distribusi pangan yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, diversifikasi pangan juga dianggap penting agar ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada satu komoditas.

Dalam konteks pernyataan Presiden, isu impor pangan menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan kedaulatan dan kemandirian nasional. Pemerintah diharapkan mampu menjadikan capaian swasembada beras sebagai momentum untuk memperkuat sektor pertanian secara menyeluruh. Dengan demikian, kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

Pernyataan Prabowo di Karawang mencerminkan arah kebijakan yang menekankan pada kemandirian pangan dan keadilan sosial. Ke depan, implementasi kebijakan tersebut akan menjadi perhatian, terutama dalam memastikan bahwa capaian swasembada tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

Tags: impor panganketahanan panganprabowo subiantoproduksi beras nasionalswasembada beras
christine natalia

christine natalia

Related Posts

manajemen rekayasa lalu lintas one way nasional di Tol Kalikangkung
Berita Nasional

Arus Balik Padat, One Way Nasional KM 414 Kalikangkung Tetap Efektif

24 Maret 2026
penerapan sistem one way dan contraflow pada arus mudik
Berita Nasional

Penerapan Sistem One Way dan Contraflow Permudah Arus Mudik Lebaran 2026

18 Maret 2026
Pemulangan 249 WNIB dari Kamboja Ungkap Pola Perekrutan dan Kerja Paksa Daring
Berita Nasional

Pemulangan 249 WNIB dari Kamboja Ungkap Pola Perekrutan dan Kerja Paksa Daring

9 Februari 2026
Next Post
Uji Materi UU LLAJ di MK, Pemohon Soroti Larangan Merokok Saat Berkendara

Uji Materi UU LLAJ di MK, Pemohon Soroti Larangan Merokok Saat Berkendara

Banjir Jakarta Rendam 57 RT dan 39 Ruas Jalan, BPBD Intensifkan Penanganan

Banjir Jakarta Rendam 57 RT dan 39 Ruas Jalan, BPBD Intensifkan Penanganan

Ratusan Pemotor Lintasi Tol dari Bekasi ke Jakarta Utara Imbas Banjir

Ratusan Pemotor Lintasi Tol dari Bekasi ke Jakarta Utara Imbas Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

penerapan sistem one way dan contraflow pada arus mudik

Penerapan Sistem One Way dan Contraflow Permudah Arus Mudik Lebaran 2026

1 bulan ago
Berbagai Jenis Cyber Crime Yang Perlu Diwaspadai

Berbagai Jenis Cyber Crime Yang Perlu Diwaspadai

5 tahun ago
Bappenas proyeksi ekonomi RI masih minus 0,9 persen kuartal I

Bappenas proyeksi ekonomi RI masih minus 0,9 persen kuartal I

5 tahun ago
Pembunuhan Oleh Suami Istri di Tulungagung Hanya Dihukum 14 Tahun Penjara, Keluarga Korban Kecewa. Sumber: Radar Tulungagung.

Kontroversi! Terpidana Pembunuhan Oleh Suami Istri di Tulungagung Hanya Dihukum 14 Tahun Penjara

2 tahun ago

Categories

  • Beranda
  • Berita Daerah
  • Berita Nasional
  • Berita Politik
  • Catatan Media
  • Daerah
  • jaga negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pandemi
  • Para Ahli
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Trending no.1 Media Sosial.
  • Vaksinasi Covid-19

Topics

arus balik Arus Balik Lebaran Arus Lalu Lintas Arus Mudik Arus Mudik 2026 Arus Mudik Lebaran covid-19 DIVHUMAS DPR GWM Fatmawati Hari Juang Polri Indonesia jawa timur jokowi Kakorlantas Kakorlantas Polri kapolri kecelakaan turun keselamatan jalan keselamatan lalu lintas Keselamatan Mudik Komjen Arif Wachyunadi Korlantas Korlantas Polri KPK Lalu Lintas Libur Nataru Moderasi Beragama Mudik Aman Keluarga Bahagia Mudik Lebaran One way nasional operasi ketupat Operasi Ketupat 2026 Operasi Lilin 2024 pdip Polantas Polda Jatim Polda Metro Jaya polri PPKM Darurat Prabowo prabowo subianto Pramono Anung Prof Ngabalin Rekayasa Lalu Lintas
No Result
View All Result

Highlights

Gugur di Jalan Tugas: Pelajaran Penting tentang Keselamatan dan Tanggung Jawab

Data dan Empati Bersatu, Polantas Wujudkan Mudik Lebih Manusiawi

Mudik 2026 Lebih Aman, DPR Nilai Koordinasi Lintas Sektor Membaik

Kakorlantas Sampaikan Duka, Bripka Fajar Permana Dikenang sebagai Pahlawan Jalan Raya

Lebih dari Lancar, Mudik 2026 Hadirkan Rasa Tenang bagi Pemudik

Mudik 2026 Dinilai Sukses, Survei Catat 84,1 Persen Publik Puas pada Polri

Trending

Kemala Run 2026, Kakorlantas Pastikan Rute Aman dan Sinergi di Bali
jaga negeri

Kakorlantas Pastikan Kesiapan Jalur dan Kolaborasi di Kemala Run 2026

by christine natalia
17 April 2026
0

Bali — Persiapan pelaksanaan Kemala Run 2026 terus dimatangkan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui serangkaian...

Polantas Menyapa di Besakih, Kakorlantas Perkuat Sinergi dengan Bengkel Mobil Bali

Polantas Menyapa di Bali, Kakorlantas Apresiasi Peran PBMB

17 April 2026
Menjaga Jalan, Menjaga Kehidupan, Dedikasi Polantas dalam Operasi Ketupat 2026Menjaga Jalan, Menjaga Kehidupan, Dedikasi Polantas dalam Operasi Ketupat 2026

Di Balik Kelancaran Mudik 2026: Dedikasi Polantas yang Tak Terlihat

17 April 2026
Pelajaran dari Pengabdian, Makna di Balik Gugurnya Petugas di Jalan Tugas

Gugur di Jalan Tugas: Pelajaran Penting tentang Keselamatan dan Tanggung Jawab

17 April 2026
Dari Data ke Kehidupan, Transformasi Polantas Wujudkan Mudik Lebih Aman dan Humanis

Data dan Empati Bersatu, Polantas Wujudkan Mudik Lebih Manusiawi

14 April 2026
© Copyright Pilarberita Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media