InformasiTeraktual
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media
No Result
View All Result
InformasiTeraktual
No Result
View All Result
Home Pandemi

Setahun Pandemi di Indonesia, Gelombang Pertama Belum Usai

Admin Pilarberita by Admin Pilarberita
3 Maret 2021
in Pandemi
0
Setahun Pandemi di Indonesia, Gelombang Pertama Belum Usai
0
SHARES
8
VIEWS

Jakarta –

Setahun berlalu sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Tepatnya pada tanggal 2 Maret 2020, Jokowi dan Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan saat itu, duduk bersama di beranda Istana Merdeka menggelar konferensi pers untuk mengumumkan ada dua WNI yang dikonfirmasi positif COVID-19.

Kini pandemi telah menyebar ke seantero negeri. Dalam setahun, sudah lebih dari 1,3 juta orang yang dinyatakan positif COVID-19, dan sekitar 36 ribu pasien telah kehilangan nyawa.

Bagaimana catatan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia dalam satu tahun ke belakang? DW mewawancarai dua epidemiolog Tanah Air terkait hal ini.

Indonesia belum melewati puncak gelombang pertama

Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia memang mencatat tren penurunan kasus harian COVID-19. Namun, pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, menyebut hal ini sebagai sebuah penurunan semu. Ia menggarisbawahi bahwa penurunan kasus harian tersebut justru terjadi akibat turunnya testing atau pengujian COVID-19 di Tanah Air.

“Jadi yang namanya testing itu menurun terus ya, bahkan di tiga hari terakhir ini sudah jauh di bawah target minimum WHO yang mestinya untuk Indonesia 39 ribu pemeriksaan per hari, kemarin tanggal 1 Maret tinggal 18 ribu sekian. Bayangkan, kurang dari separuh target minimum. Dan itu terjelek, terburuk dalam 4 bulan terakhir,” kata Windhu saat diwawancara DW, Selasa (2/3).

Senada dengan Windhu, pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, juga mengungkapkan hal serupa, bahwa penurunan kasus harian dalam beberapa hari ini dikarenakan rendahnya atau menurunnya testing dan tracing COVID-19 di Indonesia.

“Kita tidak boleh terpukau atau terpaku pada kasus harian yang menurun karena itu tidak valid, apalagi di negara-negara seperti Indonesia yang cakupan testing tracing-nya rendah. Itu amat sangat tidak valid dan berbahaya, karena itu akan misleading, misinterpretasi dan juga misekspektasi,” jelas Dicky saat diwawancara DW, Selasa (2/3).

Kedua pakar epidemiologi ini sepakat mengatakan bahwa Indonesia sampai saat ini belum juga melewati puncak gelombang pertama pandemi COVID-19.

Tempatkan sektor kesehatan sebagai leading sector

Setahun berlalu, Windhu mencatat bahwa kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 masih sering tidak konsisten. Ketika seharusnya kesehatan menjadi fokus utama, pemerintah menurutnya justru selalu menginginkan adanya keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi, sehingga tidak fokus mengatasi akar masalah dari pandemi itu sendiri: memutus penularan virus.

Penanganan yang tidak fokus ini menurut Windhu terjadi karena sejak awal pandemi, sektor kesehatan tidak ditempatkan sebagai pemimpin.

“Jadi kalau kita mau sekarang katakanlah betul-betul komitmen kita dalam penanganan pandemi, sejak di awal, sejak di pengorganisasian, itu sudah dibenahi, dilakukan reorganisasi atau restrukturisasi di mana sektor kesehatan sebagai leader. Artinya kementerian kesehatan jadi leader. Menteri kesehatan di depan bukan di samping. Sekarang kesehatan itu hanya di samping, yang di depan sektor lain,” ujarnya.

Dicky juga kemukakan hal serupa. Ia melihat bahwa leading sector dalam penanganan pandemi saat ini belum seutuhnya berada di sektor kesehatan.

“Ini yang harus kita jadikan tonggak penyadaran bahwa kita harus kembali ke fitrahnya tetapkan respons ini, leading sector ini di Kementerian Kesehatan. Diakui atau tidak, itu yang harus diluruskan,” katanya.

Jangan bergantung sepenuhnya pada vaksinasi

Sementara itu, di tengah vaksinasi COVID-19 yang saat ini tampaknya jadi primadona, Windhu mengatakan bahwa strategi mendasar dalam penanganan pandemi seperti testing, tracing, dan kepatuhan masyarakat 100% terhadap protokol kesehatan tidak bisa diabaikan.

Upaya vaksinasi ia sebut manjur jika dilakukan secara serentak di tanah air. Nyatanya, ketersediaan vaksin yang masih terbatas membuat proses vaksinasi baru bisa diselesaikan dalam waktu yang cukup lama, sehingga peningkatan testing dan tracing penting dilakukan guna mengendalikan pandemi.

“Sudah itu aja, tidak ada strategi baru. Fokusnya saja [diubah], kemudian kalau sudah fokus ke kesehatan, ya sudah testing dan tracing tentu akan ditingkatkan minimal seperti India, kita bisa mengetes minimal 15% dari jumlah penduduk, jangan seperti sekarang 3% saja tidak sampai,” ujar Windhu.

Hal senada diutarakan Dicky. Meski mengapresiasi program vaksinasi di tanah air, ia menegaskan bahwa vaksinasi tidak bisa ditempatkan sebagai satu-satunya solusi, karena ketika testing, tracing dan treatment atau 3T tidak memadai, “ini akan menjauhkan dari tujuan kita untuk mengendalikan pandemi.”

Sejak awal pandemi hingga berita ini diturunkan, Indonesia baru berhasil melakukan testing sebanyak lebih dari 7 juta, hanya sekitar 2,67 persen dari seluruh populasi. Sementara, positivity rate di Indonesia menurut data kementerian kesehatan pada 1 Maret 2021 masih berada di angka 18,6%, jauh di bawah standar WHO yang menyebut bahwa pandemi COVID-19 bisa dikatakan terkendali jika positivity rate maksimal 5%.

gtp/hp

Simak juga ‘Satgas: 85% Kematian Covid-19 di Indonesia Pengidap Komorbid’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/nvc)

Admin Pilarberita

Admin Pilarberita

Related Posts

Polisi Ancam Pidana Perusahaan yang Beroperasi saat PPKM Darurat
Daerah

Polisi Ancam Pidana Perusahaan yang Beroperasi saat PPKM Darurat

5 Juli 2021
Kabaharkam – Kakorlantas Tinjau Pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Timur
Nasional

Kabaharkam – Kakorlantas Tinjau Pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Timur

5 Juli 2021
Pembatasan Aktivitas Masyarakat Bikin Tak Nyaman, Kapori: Ini Untuk Menjaga Keselamatan Rakyat
Nasional

Pembatasan Aktivitas Masyarakat Bikin Tak Nyaman, Kapori: Ini Untuk Menjaga Keselamatan Rakyat

5 Juli 2021
Next Post
Vaksinasi Tahap Dua di Karawang Sasar Pelayan Publik dan Jurnalis

Vaksinasi Tahap Dua di Karawang Sasar Pelayan Publik dan Jurnalis

Varian Baru Corona, Apa yang Ditemukan Sejauh Ini dan Akankah Vaksin Efektif?

Varian Baru Corona, Apa yang Ditemukan Sejauh Ini dan Akankah Vaksin Efektif?

Vaksinasi Jatim Tertinggi Setahun Corona, 16 Kab/Kota Masuk Zona Kuning

Vaksinasi Jatim Tertinggi Setahun Corona, 16 Kab/Kota Masuk Zona Kuning

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

operasi zebra 2025

Hari Keenam Operasi Zebra 2025: Perkuat Edukasi, Pencegahan, dan Penegakan Hukum

2 bulan ago
Gunakan Kapal Pompong, Polres Tanjabbar Bagikan Beras PPKM ke Nelayan

Gunakan Kapal Pompong, Polres Tanjabbar Bagikan Beras PPKM ke Nelayan

4 tahun ago
Gubernur Terpilih DKJ Pramono Anung Janjikan Solusi Agraria dalam 100 Hari Pertama

Gubernur Terpilih DKJ Pramono Anung Janjikan Solusi Agraria dalam 100 Hari Pertama

1 tahun ago
Polisi Ringkus 45 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal dalam Sepekan

Polisi Ringkus 45 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal dalam Sepekan

4 tahun ago

Categories

  • Beranda
  • Berita Daerah
  • Berita Nasional
  • Berita Politik
  • Catatan Media
  • Daerah
  • jaga negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pandemi
  • Para Ahli
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Trending no.1 Media Sosial.
  • Vaksinasi Covid-19

Topics

Anies Baswedan Arus Lalu Lintas Arus Mudik ASN Bansos covid-19 DIVHUMAS DPR Gas Air Mata GWM Fatmawati Hari Juang Polri HUT Bhayangkara Indonesia jawa timur jokowi Kakorlantas Kakorlantas Polri kapolri Komjen Arif Wachyunadi Korlantas Korlantas Polri KPK Lalu Lintas Libur Nataru Moderasi Beragama Mudik Lebaran nadiem makarim Operasi Lilin 2024 pdip Pendidikan Polda Jatim Polda Metro Jaya Politik polri PPKM Darurat Prabowo prabowo subianto Pramono Anung Prof Ngabalin Rekayasa Lalu Lintas sidoarjo TNI TNI-Polri Transjakarta Vaksinasi
No Result
View All Result

Highlights

DPR Tetapkan Sembilan Prioritas Strategis pada Masa Sidang III 2025–2026

Ratusan Pemotor Lintasi Tol dari Bekasi ke Jakarta Utara Imbas Banjir

Banjir Jakarta Rendam 57 RT dan 39 Ruas Jalan, BPBD Intensifkan Penanganan

Uji Materi UU LLAJ di MK, Pemohon Soroti Larangan Merokok Saat Berkendara

Prabowo Nilai Impor Pangan Tidak Masuk Akal Saat Indonesia Capai Swasembada Beras

Ketentuan Delik Aduan Perzinaan dan Kohabitasi dalam KUHP Baru Ditegaskan Kementerian Hukum

Trending

Saksi Akui Setor Uang Tambahan untuk Perjalanan Dinas Pejabat Kemenaker
Berita Nasional

Saksi Akui Setor Uang Tambahan untuk Perjalanan Dinas Pejabat Kemenaker

by christine natalia
27 Januari 2026
0

Pilarberita.com - Sidang lanjutan perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian...

Apresiasi DPR terhadap ETLE Drone Korlantas Polri dalam Modernisasi Penegakan Lalu Lintas

DPR Dorong Optimalisasi ETLE Digital untuk Keselamatan Pengguna Jalan

21 Januari 2026
KAI Batalkan 38 Perjalanan Kereta Akibat Banjir di Sejumlah Lintasan

KAI Batalkan 38 Perjalanan Kereta Akibat Banjir di Sejumlah Lintasan

19 Januari 2026
DPR Tetapkan Sembilan Prioritas Strategis pada Masa Sidang III 2025–2026

DPR Tetapkan Sembilan Prioritas Strategis pada Masa Sidang III 2025–2026

15 Januari 2026
Ratusan Pemotor Lintasi Tol dari Bekasi ke Jakarta Utara Imbas Banjir

Ratusan Pemotor Lintasi Tol dari Bekasi ke Jakarta Utara Imbas Banjir

14 Januari 2026
© Copyright Pilarberita Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Catatan Media